kimi@net lihat situs sponsor

Kamis, 19 Oktober 2017  
 
  LIPI
depan
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Pemenang Nobel Fisika dan Kimia 2004
red

TERIMA NOBEL - Penerima Nobel 2004 bidang Kimia, dua warga negara Israel, yakni Avram Hershko (kiri) dan Aaron Ciechanove (kanan). Penelitian mereka dapat menjadi sumbangsih bagi penyembuhan penderita kanker.

Stockholm - Hadiah Nobel untuk fisiologi dan kedokteran tahun ini diberikan kepada dua periset Amerika, yakni Richard Axel dan Linda Buck, atas karya mereka mengenai cara kerja indera penciuman manusia bekerja.

Dewan penilai Nobel di Universitas Karolinska mengatakan, karya mereka telah membongkar misteri cara kerja indera penciuman. Dalam serangkaian studi, kedua ilmuwan itu menemukan sekelompok gen besar, yang memungkinkan manusia mengenali sampai sepuluh ribu jenis sumber bau seperti lilac atau buah berry dan bisa terus mengingatnya.

Hal itu dimungkinkan karena adanya sel-sel di bagian atas hidung yang mendeteksi molekul bau ketika dicium masuk. Namun setiap sel memiliki hanya satu tipe penerima dan setiap penerima dapat mendeteksi hanya jumlah terbatas substansi.

Oleh karena itu, setiap sel terspesialisasi untuk beberapa bau. Setiap sel mengirimkan sinyal melalui jaringan syaraf kecil langsung menuju kawasan otak yang mengendalikan rasa bau. Profesor Axel dan Buck pertama kali menerbitkan karya ilmiah bersama yang mengidentifikasi gen-gen penting itu tahun 1991.

Sementara itu dua warga Israel yakni Aaron Ciechanover, Avram Hershko dan Irwin Rose dari Amerika Serikat juga memenangi hadiah Nobel untuk Bidang Kimia. Mereka bertiga sukses meneliti sistem kekebalan tubuh manusia, terutama tentang kemampuan protein yang mampu menahan dirinya dari serangan penyakit. Dengan penelitian mereka ini, protein dengan perlakuan tertentu, dapat menangkal penyakit leukimia. Mereka bertiga, meriset sistem kerja tubuh manusia dan kekebalannya, terutama kemampuan menangkal protein-protein yang sudah terkontaminasi penyakit.

Sumber : Suara Pembaruan (7 Oktober 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 1 Januari 2005

 

- sejak 1 September 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI